Archive forMarch, 2008

Dress For Success

They say you dress for success. That’s true.
Many books are written about it: what color to wear during job interview, which model we should choose based on business area we are in, etc.

Waktu aku kerja sebagai Customer Service di sebuah ISP, tipe baju kerjaku blazer formal, kadang2 pakai rok. Lalu saat mulai kerja di Servicom, aku tetap memakai baju formal.
Nah, 1-2 tahun terakhir, berhubung cuaca panas dan aktifitas kerja yang variatif, aku mulai memilih baju kerja sesuai kondisi.
Kalau ada meeting dengan client atau presentasi, memakai baju blazer/formal adalah wajib. Tapi saat aktifitas kebanyakan di dalam kantor, aku cukup memilih busana yang praktis, misalnya kemeja dan celana panjang.
Begitupun jika sedang traveling dalam rangka demo alat, atau sedang install mesin, mending pake baju yang gak ribet deh…. apalagi kalau mesti bawa-bawa Selector yang beratnya 36 kg (including boxnya itu). Kita bakal keringatan dan messy, apalagi kalau seharian bakal pake seragam ruang bedah.

Sekarang, kantorku di wilayah Sudirman, di mana para karyawati nya pake busana yang nge-trend. Gaya lah pokoknya. Hmmmm, ini bikin aku salting.
Actually I don’t care about it so much, yang penting kan gimana kerjaan ku selesai, toh di kantor cuma ada aku sendiri. Keluar ruangan kalau mau lunch. Kalau ada janji dengan orang ya pake blazer. Kalau boss datang, juga gitu.
Cara aku berbusana sih lumayan oke, tapi aku gak mengikuti perkembangan fashion. Pilihan busana ya klasik lah. Gak macem-macem.
Tapi berada di lokasi ini, aku jadi plain banget!!!!

Adikku pernah bilang, kalau kerja di Sudirman itu orang2 pasti dandan oke, baju yang fancy2. Walaupun gaji gak seberapa, yang penting tampil gaya…. Hahaha…. Ada-ada aja ya.
Kalau dilihat dari posisi kerjaan sekarang, ya mesti berbusana yang bisa mencerminkan itu. MESTI ya???? Gak tau deh….
Apa gak cukup ya dengan berbusana kerja yang rapih? Apa mesti kelihatan mentereng? Gak cukup dengan good attitude, work behavior and brilliant brain?
Cos that’s not my style…….
Kerja aja suka bawa2 ransel gede yang isinya peralatan olah raga, biar dari kantor bisa langsung ke gym yang ada di Puri Mall. So boro-boro pake high heels, aku prefer pake flat pumps tuh………..

Comments

Ice cream CREAM & FUDGE

Ini dia, Strawberry Fantasy dari Cream & Fudge.

Dsc00642Sebenarnya udah lama ngincer ni es krim, tapi berhubung jarang main ke Senayan City, jadi ya gak jadi2 nyicipnya.

Nah, kemarin tuh iseng karena tujuan utama adalah mencari buku tentang UU pembentukan PT versi English sesuai kata boss gue yang dia bilang waktu itu nemu itu judul tapi bukunya kosong.

Ternyata pas gue datang ke Gunung Agung, stoknya masih kosong. Jadi ya gue window shopping sambil nunggu jadwal kontrol ke dr. Imam di PELNI. Mmmm, gak window shopping juga sih, akhirnya beli celana olah raga di Sport Station yang sedang sale, hehehe.

Sambil menuju pintu keluar, aku sengaja ke basement dulu, melangkah ke outlet Cream & Fudge ini. Wow, felt like heaven, hahaha……….

Pasti kalian pada mikir, loh loh, Mirna kok makan es krim? Kan gak boleh makan manis2….. Ya guys, boleh lah sekali2 aja, hehe……….. Lagian gula darah gue udah mulai stabil (mudah2an begitu terus).

Untuk icip2 pertama kali pilihan jatuh ke Strawberry Fantasy. Kalo plain single scoop itu Rp 28,000, dengan Rp 35,000 loe udah pada bisa nyoba yang variasi kaya’ pilihan gue itu. Macem2 lho pilihannya, even you can create your own stuffs.

Ini es krimnya dicampur dengan beberapa topping, diolah di atas cold marble table. Unik deh. Porsinya besar, so loe bisa kekenyangan tuh. Makannya pelan-pelan, dinikmati sambil ngobrol or baca2. Dan karena ada tatakannya, jadi gak perlu buru2 ngabisin itu cone.

So enjoy your ice cream…………

Comments

Cool taxi

Semalam, pulang dari rumah adik di Ciledug mau pake taksi karena bawaannya banyak, abis hujan, dan sudah malam pula.
Lumayan lama juga menunggu taksi lewat. Ah, akhirnya aku bisa stop taksi, TransCab. Aku tidak pernah naik taksi ini sebelumnya. Biasanya pilih Blue Bird, Dian Taksi, atau Express. Berhubung udah males lama2 berdiri, taksi ini yang lewat dan langsung kupanggil.
Kalau tidak salah ini termasuk baru. Di pintu  mobilnya terbaca "Taxi with TV".
Wah, ini taksi keren juga lho. Di dalamnya masih bersih, LCD monitornya dipasang di tiang di tengah2 antara kursi penumpang depan dengan kursi pak supir. Eh, tarifnya masih pakai tarif lama!
Siarannya pakai Indovision, pakai satelit. Beberapa saat aku di dalam taksi, belum ada tayangan yang muncul, karena tidak dapat sinyal, Ciledug sih yaaa, hahaha…… Begitu masuk wilayah Meruya, barulah bisa nonton siaran Indovision.

Dipikir2, hebat juga positioning merk taksi ini. Sengaja pasang TV, apalagi kalau suasana jalan lagi macet2nya. Kebayang dong di Jakarta! Bikin bete… Kalau ada TV, apalagi siaran cable, lumayan mengurangi kesengsaraan kita.
Keamanan harusnya dipikirkan juga oleh perusahaan taksi. Kalau penumpangnya "nakal", LCD bisa diboyong tuh ke rumah.
Dilihat dari faktor ini, mungkin TransCab bisa dijadikan salah satu alternatif pilihan taksi kalian. Langsung nomor telepon untuk order aku safe di HP.

Mumpung topiknya tentang taksi, sekalian deh membahas beberapa hal. Dari segi service, Blue Bird patut diacungkan dua jempol! Pelayanan bagus, drivernya ramah dan sopan, tepat waktu, mengerti alamat/lokasi yang dituju. Walaupun tarif baru, tak apa, asal aku bisa tidur tenang sampai tujuan, hahaha.

Coba kalau naik taksi abal-abal, muka pengemudi dengan kartu pengemudi yang terpampang bisa aja tidak sama, karena kadang2 taksi itu diobyekin. Bahaya kan?
Belum lagi AC yang tidak dingin, suasana kabin penumpang yang tidak bersih, tidak ramah dan kurang santun dalam berbicara, bikin kita minta turun aja deh di jalan.

Pilihan lain yang aman adalah taksi Express, sepertinya termasuk baru dan tarifnya masih tarif lama.

Nah, selamat bertaksi ria, be safe……

Comments

Indian Food

My boss, who’s an Indian and comes from Mumbai, visits me regularly.
I notice that most of the time, he doesn’t eat other food besides Indian food.
He’s a vegetarian.

So, every time it’s time to eat (that is lunch and dinner, because he has breakfast in the hotel), he’ll go to nearest Indian restaurant here.
In January, when we went to Surabaya, we went to this restaurant with our local partner. I didn’t pay attention to the name of the restaurant, but it has golf field too for practising.

Last Monday, when I had a meeting with him, we went to Senayan City and we had dinner at the basement food court, at an Indian food corner. The name is long, couldn’t remember it. The food variety there is not many.
But yesterday, he took me to Sarinah Thamrin. There’s Komala’s Restaurant. A small place, but it has many many varieties of food. It’s Indian fast food restaurant.

For lunch, I had chicken curry with prata, masala tea for drink, and kulfi pyalla for dessert.
The prata is like roti canai, masala tea tastes like tea tarik from malaysia but it has ginger taste so it’s kinda hot. I really really love kulfi pyalla!
It’s one scoop of vanilla ice cream (a la India, of course), served with yellow vermicelli, rose syrup, and almonds………..Interesting taste and nice!

And for the dinner last night, from office we planned to go back to the hotel to put the stuffs then would go to Everest, near Pasaraya Blok M. It’s another Indian restaurant :)
Unfortunately, traffic was terrible, so we just had snack in the lounge.

My problem when eating Indian food is that I’m fine when eating it, but after sometimes, say in the night time or morning on the day after, my stomach has gas or somekind digestive problems.

And I can’t remember the name of the dishes, I only know the taste and how they are served, so I have difficulties when I want to order the same thing.

Comments