Tak disangka, hujan lebat kembali mengguyur Jakarta seharian pada tgl. 1 Feb 2008. Walhasil, sekitar 80% wilayah Jakarta terendam!
Dan aku mengalami banyak kejadian saat itu, yang bisa dibilang tidak bagus.
Gini lho ceritanya:
KEJADIAN I (kehilangan tas kerja)
Kamis, 31 Jan 2008
Berhubung pengasuhnya Rara (ponakanku) cuti dua hari sejak dua hari yang lalu, jadi adikku minta tolong menemani Rara sekolah tg. 1 Feb, karena sehari sebelumnya bapaknya Rara tidak masuk kantor untuk jagain Rara. Jadi, dijemputlah aku oleh adikku dengan taksi pada malam Jumat setelah pulang kantor.
Rencana awal, aku mulai menempati kantor baru di Sudirman tgl. 1 Feb ini.
Rencana berubah: aku akan jaga Rara sampai pulang sekolah, lalu pukul 11 WIB bersama Rara menjemput ibunya yang kerja setengah hari saja, dilanjutkan ke kantorku untuk beberes barang-barang.
Malam Jumat itu, Aku bawa dokumen dll yang akan disimpan di kantor baruku. Di dalam bagasi taksi ada ranselku, box isi dokumen dll yang tidak tertutup atasnya karena penuh, serta di atasnya ada tas kerjaku berwarna hitam (isi payung, mukenah, ID tag kantor, CD software kantor, bukti2 pengeluaran, hasil meeting dengan calon distributor, dan dokumen lainnya yang tidak begitu penting).
Kebetulan yang memasukkan barang2 itu adalah aku dan supir taksi.
Nah, berangkatlah kami ke Japos, tetapi singgah di Indomaret dekat rumah adik karena aku mau ambil uang di ATM BCA dan adik minta dibelikan makanan. Cukup lama juga, sekitar 30 menit karena harus antri. Adikku menunggu di taksi sambil ngobrol dengan pak supir.
Setelah urusanku selesai, kita melanjutkan perjalanan ke rumah. Waktu sampai (19.30 WIB), aku bayar pak supir, dan adik mengeluarkan semua barang. Aku tidak cek ulang barang2 yang diturunkan.
Sebelum tidur (22.00 WIB), ada sesuatu yang ingin aku lihat dari tas kerjaku. Eh, baru sadar ternyata tas kerjaku tidak ada. Lemas lah aku! Aku panggil adik, lalu dia segera telepon Dian Taxi. Jeleknya, adikku hanya tahu nama pengemudi, dia tidak tahu nomor pegawai dan nomor taksinya. Aku tidur tak tenang.
KEJADIAN II (hujan dan banjir)
Jumat, 1 Feb 2008
Hujan deras turun. Adik dan suami berangkat kerja basah2. Sementara aku siap2 dengan Rara untuk ke sekolah. Hanya ada dua orang murid yang datang, plus rara jadinya bertiga. Pukul 9.30 WIB kelas bubar. Jalan ke rumah sudah digenangi air yang tinggi, terpaksa kami mengambil jalan memutar.
Sampai rumah, istirahat sebentar, lalu ganti baju untuk pergi. Aku telpon Blue Bird taksi. Kok line-nya selalu sibuk ya? Setelah terus mencoba telpon, barulah bisa bicara dengan operator pada pkl. 11.30 WIB. Kata operator, order sedang banyak, situasi sedang macet dan banjir. Waahhhhh, macet dan banjir ya? Hujan masih saja terus turun. Hmmm, sebaiknya rencana hari ini batal saja. Aku telpon adik untuk memberitahunya. Aku ganti baju, Rara sedikit kecewa karena batal jalan2. Kasihan.
Akhirnya seharian aku di rumah. Adik telpon lagi, minta aku cek kondisi jalan di depan rumah dan di kompleks. Ternyata air sudah tinggi di depan jalan rumah kami. Pengasuh Rara pulang sekitar pukul 14.00 WIB.
Langsung aku setel TV untuk monitor berita. Air hujan merembes ke dinding dan langit2 rumah. Adikku yang berangkat dari kantornya pukul 13.00, sampai di rumah pkl. 17.00 WIB. Gila, gila, gila……Bahkan presiden aja kena efeknya nih.
Belum ada berita baru dari Dian Taksi. Dari pool Kebon Jeruk, aku disuruh telpon ke Pool Lenteng Agung. Mereka bilang, ada pengemudi yang namanya mirip, tapi postur badannya tinggi, botak, tinggalnya di Citeureup, bukan di Karawang yang sebagaimana adikku bilang. Lalu aku disarankan untuk menghubungi call center mereka saja.
Beberapa hari kemudian, aku baru tahu kalau adikku itu ternyata juga tidak ingat jenis taksi yang dipakai. Goblognya, aku juga tidak perhatikan!
What a stupid mistake! Aku tidak pernah seperti ini! Biasanya aku teliti dan cek semua hal. Kok bisa2nya ini terjadi!
Kaya’nya ke laut aja deh itu tas! Tinggal aku yang lapor ke bos soal barang2 kantor yang hilang, dan aku tidak tahu apakah pengeluaran bisa diklaim tanpa bukti2 pembayaran.
KEJADIAN III (gudang di rumah Kodam kemasukan air)
Sabtu, 2 Februari 2008
Aku penasaran apakah rumahku yang di Kodam bocor lagi. Jadi, pagi2 aku telpon ke sana. Yang angkat telpon Pak Silaen. Katanya tidak ada yang bocor, tapi………air dari halaman belakang masuk ke rumah. Terbayanglah langsung barang2ku di gudang pasti kena! Kata bapak sih tidak banyak yang kena. Yah, mana tahu dia seberapa yang kena air.
Aku jadi kepikiran, bilang ke adik untuk pergi ke Kodam dan cek. Hari itu hujan tidak turun, dan matahari bersinar. Kata adik tanggung, mending besok sekalian.
Minggu, 3 Februari 2008
Aku pulang ke Kodam bersama adik. Benar dugaanku!Dus2 yang ada di dasar lantai basah. Terpaksa kami buka semua untuk cek kerusakan. Seperti biasa, kain2 tua milik alm. nenek dan ibu, karpet, dokumen2 basah dan lembab. Bau jamur.
Aku langsung bete.
Sambil memeriksa barang, kami pun mensortir barang mana saja yang bisa dibuang, diloak, atau disumbangkan. Ada baju2, ada kertas2, ada laser printer HP yang sudah rusak, vacuum cleaner Electrolux yang butut, kipas angin rusak, besi2 onderdil, dan masih banyak lagi.
Uhhhhh, hari itu capek banget. Makan waktu seminggu untuk merapikan barang2 ini semua. Kain dan karpet2 yang basah harus dijemur dan dianginkan biar kering dan tidak bau. Malah ada yang harus dicuci. Bete lagi………….
KEJADIAN IV (dapat duit)
Senin, 4 Feb 2008
"Sampah" dari gudangku ternyata menghasilkan. Setelah disortir oleh anak Ibu Silaen, barang-barang itu dinilai Rp 250 ribu! Wow…..Gak rugi juga ya.
Untung tidak langsung kita buang lho.