Alhamdulillah, setelah beberapa saat terbaring sakit di rumah, aku bisa beraktifitas lagi seperti biasa. Cuma agak takut kalau nyetir sendiri, soalnya masih suka oyong. Tekanan darah masih rendah.
Sedang semangat2nya untuk bekerja dan olah raga, tgl. 5 Dec, rabu malam, aku demam. Kepala sakit bukan main. Setelah dua hari minum obat sakit kepala, demam dan pusingnya tidak hilang2. Aku takut banget, apalagi di rumah sendirian.
Poohbear telpon aku Kamis malam.
Sofi akhirnya jemput aku hari Jumat siang, langsung dibawa ke klinik 24 jam dekat rumahnya.
Duh, salah makan apa aku ini. Padahal rabu siang masih olah raga, 2 sesi, trus makan siang di Puri Mall.
Aku diberi obat penurun panas, antibiotik, dan obat maag, karena aku gak makan nasi. Kata dokter, kalo masih demam hari minggu, ketemu dia lagi. Sabtunya, aku gak tahan. Sakit kepala di bagian kiri tak berhenti, rasanya seperti disetrum setiap satu menit satu kali.
Sabtu pagi ke klinik lagi, ambil darah. Ternyata aku kena tipus. Ya Allah, padahal aku selalu berharap tidak kena penyakit ini. Soalnya bakal sulit makan, dan beraktifitas yang berat2 pasti dilarang.
Dokter kasih rujukan biar aku dirawat di RS, tapi saat itu weekend, mana ada dokter spesialisnya? Diputuskan untuk tunggu hari Senin. Sementara itu, aku minum kapsul cacing.
Gara-gara sakit, rencana seminggu penuh berantakan semua. Aku gak ikut selametan Bulek Elly yang akan berangkat haji tgl. 14 Dec. Padahal pas selametan itu (9/12) ada hal penting yang mau aku bicarakan dengan para anggota keluarga. Sofi akhirnya yang mewakili aku. Aku di interview ma para Paklik n Bulik.
Di saat yang hampir bersamaan, aku konflik dengan Poohbear. Ya Allah, Engkau sayang kepadaku, sehingga banyak cobaan yang Engkau berikan padaku. Aku akan bertahan Ya Allah. Aku tahu semua ini akan berakhir manis, cuma aku harus bersabar terus.
Hari Selasa (11/12) aku merasa baikan, udah bisa nonton TV. Tapi tetap aja badan lemes. Sofi, adikku, sangat sabar merawatku. Terimakasih ya dik….. I don’t have anyone else in this world beside you.
Kulit tangan dan kaki, kulit kepala dan bibir terasa kering. Hari Rabu dan Kamis, kulitku merah-merah. Apa karena aku tidak cocok dengan kapsul cacing itu? Tapi badan dan kepalaku terasa enteng lho. Aku tetap minum Tahitian Noni sesuai anjuran Oom Im.
Oom Im ke rumah menjengukku hari rabu sore. Lalu aku putuskan untuk menginap di rumahnya. Hari Senin kemarin, aku kembali ke rumah Sofi. Ada yang harus kukerjakan.
Ya Allah, berikan aku kesehatan dan kekuatan….