Sorry about my last post, I accidentally posted it without realizing that I have not written anything there. I thought I have clicked "Draft".
Well, here it goes (my fan, Andy Imam, is not being patient to read this post, LOL).
I was still worried about the missing screw in the front wheel. Also, the car has not been checked for sometimes after my dad went back to Medan.
I kept delaying going to the autoshop, but last Saturday I went there, especially because we were going to Bekasi, my auntie’s house. I wanted everything to be alright. No MOGOK di jalan.
I asked them to tune-up the engine, and check all the brakes.
I sat by the car, watching how the mechanics worked. Although I didn’t realize that I fell asleep, LOL.
Here’s what they have done: (Since I’m not familiar with english terms for automobile , I wrote next in Bahasa)
1. Ruang pembakaran dibersihkan pake pembersih, seperti foam, kata montirnya sih namanya, Bzook. Mahal juga tuh sekalengnya, Rp 70.000.
Hiii, asap yang keluar dari knalpot hitaaaaam……..Montirnya tanya, apa ini sudah lama banget gak dibersihkan? Emang kok Pak……..hehehe
Tune up Rp 150.000.
Ganti busi, 6 biji, pake yang bukan untuk Merci, Rp 75.000. Kalo pake punya khusus Merci, 1 biji Rp 30.000, wah wah, bisa bangkrut kan guenya?
Gue bilang ke mereka kalo setelan gas dan lainnya sudah oke, karena bokap yang setel waktu itu.
2. Nah, pas dibersihkan pake Bzook, ketauan kalau knalpot gue bocor. Soalnya ada asap yang keluar dari tempat laen.

Pas mobil gue diangkat pake hidrolik dan diperiksa, ternyata banyak lubang-lubang kecil di bawah tempat duduk penumpang. Sama montirnya lubang-lubang itu di-las.
Tidak di-charge biaya las. Kok bisa ya? kelewat mungkin sama mbak yang tukang catat administrasinya, hehehe.
3. Service rem, abis gue serem setiap gue injak rem, kok kedengaran bunyi "ngik, ngik" dari ban (yang pasti mobilnya gak bengekan!). Gejala ini sudah pernah kejadian, pas mobil gue terbakar tuh…. Tapi waktu itu kan sama bokap, kampas rem dan disc break-nya udah diganti yang baru.
Kata montirnya juga onderdilnya pada masih bagus.
Biaya Rp 100.000,-
4. Pas ban mobil mau dipasang lagi setelah service rem, gue suruh montirnya double check. Eh, di ban depan, ada sekrup yang missing, makanya dia bilang kalo jalan muncul bunyi2.
Jadi dua sekrup dihargai Rp 15.000
5. Vacum fuel press-nya bermasalah, dari selangnya keluar bensin. Kata pak montir, itu tidak boleh terjadi, apalagi kalau sampai tercampur dengan oli. Waaahhhhhhhh…..
Akhirnya sama dia, ada sambungan yang ditutup, katanya sih gak bakal ngaruh ke mana2.
Gue percaya aja dah ama expertnya.
6. Oli mesin mesti ditambah, soalnya tinggal sedikit pas dicek. Pake Top 1 20-50 , 1 liter. (Soalnya pas ganti oli, sama A’a Eky dia pake Top 1), Rp 30.000
Dari pukul 11.00 Wib sampai 15.00 Wib gue ada di bengkel. Karena gue sempat ketiduran pas lihat kerja pak montir, gue pindah ke ruang tunggu mereka dan lanjut tidur lagi sampai mereka kelar.
Nah, pas gue sampai di Ciledug, jemput adek gue sekeluarga, gue lihat kenapa ada genangan oli di bawah dekat tempat duduk supir. Gue buka kap mobil, kelihatan ada noda besar oli di kap bagian dalam dan noda percikan oli di mesin.
Alhasil, gue telpon bengkelnya. Kata montir, seharusnya sih tidak boleh ada rembesan Oli.
Dia suruh gue amati, nanti pas sampai Bekasi, cek lagi olinya. Kalo berkurang, ya ditambah lagi.
Hmm, ok 1 problem sudah berlalu, problem berikutnya kenapa mobil gak bisa nyala????
Starternya bisa dinyalakan, tapi kenapa seakan-akan gak nyamber?
Gue telpon lagi bengkel, mereka gak bisa kasih bantuan, susah kalo gak langsung lihat kondisi mesinnya.
Wah, kalo kaya’ gini sih bisa gak jadi buka puasa di rumah Bulek Yani, hiks……
Terus diputuskan untuk menunggu sebentar, biar mobilnya mendingin. Kata adek gue, gak lama sebelumnya dia mengalami kaya’ gini juga, lalu dia diemin aja, baru distarter lagi dan mobile bisa nyala.
Tiba-tiba…………..gue teringat kejadian kaya’ gini. Pas mogok di Tanah Abang, dan perkiraaan problem karena aki. Waktu aki diganti dengan yang baru, mesin masih gak mau menyala.
Selidik punya selidik dan telpon bokap di Medan, ternyata sekring bensin putus. Sekring itu letaknya di dekat aki. Langsung gue buka kap mobil, dan pantas aja, sekringnya gak putus, tapi longgar, jadinya mobil gak mau nyala.
Abis gue kencangin sekring dan holdernya, mobil mau idup. Ahhhh, Alhamdulillah.
Buka puasa bentar, n sholat maghrib, trus langsung pergi deh.
Gue mesti balik lagi ke bengkel untuk cek rembesan oli itu.