Archive forJune, 2005

Customer Service: Case I

Sebenarnya udah males sih nulis topik ini. Abis udah lama dan gue males mengingat-ingat lagi. Tapi ya udah, deh, daripada penasaran Case II-nya udah diposting.

Jadi ceritanya, kalau yang ini mengenai rumah gue yang baru selesai dibangun dan masih dalam masa komplain 100 hari.

Setelah akad kredit tgl. 20 April 2005, gue ke kantor pemasarannya untuk serah terima kunci. Terus petugas lapangan minta fotocopy KTP gue untuk mengurus pemasangan PLN di rumah. Gue pikir itu bakal beres tanpa perlu prosedur lainnya.

Beberapa hari kemudian gue membuat daftar hal apa saja yang akan gue komplain dan minta mereka perbaiki. Daftar itu gue fax ke sales staff yang handle account gue. Dari dia lalu daftar dioper ke petugas lapangan.

Pada list itu, gue buatkan dua kolom, yaitu kolom tanggal penyelesaian pekerjaan dan kolom tanda cek. Lalu ada kolom tandatangan petugas sebagai bukti daftar permintaan gue sudah mereka terima.

Sampai sekarang, gue tidak di-fax balik sebagai bukti tanda terima.

Selama 1 bulan, gue menunggu-nunggu kabar dari mereka, maksudnya bagaimanakah perkembangan pekerjaan yang gue minta. Sedangkan setiap gue cek ke rumah setiap kali, tidak ada perubahan yang berarti.

Tgl. 24 Mei 2005 gue SMS sales staff untuk telpon dan mengabari gue. Tapi mereka baru telpon ke kantor 3 hari sesudahnya. Itu pun gue sedang tidak di tempat dan mereka tidak menelepon kembali.

Beberapa hari kemudian, kantor pemasaran developer telpon gue lagi. Minta gue datang ke sana untuk menandatangani berkas pengajuan ke PLN. Lhooooo…..gue bingung, bukannya waktu itu katanya akan diurus? Lalu gue tanya, "Mbak, jadi yang bulan April itu bukan pengajuan? Kenapa saya baru diberitahu sekarang? Coba, sudah berapa lama ini. Saya tunggu-tunggu kabar dari kalian. Tapi hasilnya begini!"

Staf: Iya bu, karena April lalu kita belum dapat berkas dari PLN.

Setelah beberapa lama gue ngomel2, dia oper teleponnya ke petugas lapangan. Gue ngomel-ngomel lagi. Tidak cuma mengenai PLN tapi juga pekerjaan lainnya, gue bilang itu masih banyak yang belum berubah. Dia tanya apa aja yang belum. Gue udah hampir jawab, tapi langsung gue balikin ke dia, "Wah, pak, tugas Bapak dong yang cek berdasarkan daftar yang saya kirim!!!!! Setelah pekerjaan Bapak beres, baru saya bisa kasih tau apalagi yang kurang. Tolong dong pak…..Pekerjaan saya sudah banyak, jangan ditambah lagi!!!!"

Akhirnya gue janji akan datang ke sana tgl. 5 Juni 2005 untuk tandatangan berkas dan gue minta petugas lapangannya untuk hadir mengecek rumah.

5 Juni 2005, gue datang ke sana. Gue udah cemberut deh, muka gak manis lagi. Gue tanya mana petugasnya, mana berkas yang perlu gue tandatangan, gue mau buru-buru. Eh, disuruh nunggu, pake lama lagi. Begitu petugas datang, dia bilang, " Sudah saya urus kok bu, sabtu kemarin sudah saya kasih formulirnya. Soalnya takut ibu sibuk dan tidak bisa datang."

Gue bingung, itu kok bisa tanpa tanda tangan gue? Kenapa tidak dari dulu dulu aja. Dasar!!!!. Terus gue bilang, " Kalau saya bilang saya datang, ya saya datang! Ya udah pak, sekarang kita lihat rumahnya".

Lalu gue tunjukin semuanya yang gue minta perbaiki. Dia bilang ini memang sedang banyak pembangunan. Gue bilang, walaupun pekerjaan dia banyak dia kan punya skedul proyek, sama kaya’ gue punya kerjaan ada deadlinenya.

Dia bilang sih PLN akan dipasang dalam waktu 2 minggu. Yah, kita lihat aja nanti.

Comments (1)

Customer Service: Di mana pelayanan itu sekarang?

CASE II (Case I-nya belakangan)

Gue langganan salah satu operator ponsel udah lama. Bulan April 2005 gue memutuskan untuk memindahkan alamat penagihan dari alamat rumah ke alamat kantor. Gue udah ngikutin prosedur mereka, isi formulir, fotocopy KTP, surat keterangan kerja.

Bulan Mei 2005, gue bingung kenapa teman kantor gue udah dapat tagihan, tapi gue belom. Gue datangin kantor operator itu, kebetulan cuma beda beberapa ruko dari kantor gue. Gue inform ke mereka soal ini, gue minta cek di database mereka, apakah sudah diubah data gue. Ternyata belom. Customer Service (CS) janji akan mengecek ke pusat di MTA dan akan hubungi gue.

Setelah beberapa lama, gue baru ingat kalo gue belum ditelpon sama CS. Tapi gue berharap kalau perubahan sudah dilakukan.

7 Juni 2005, teman kantor gue udah dapat kiriman tagihan, tetapi gue belum dapat. Logikanya harusnya gue dapat juga karena kan satu alamat penagihan sama dia. Ok, that’s it!!! Gue langsung cabut ke kantor operator ponsel itu. Gue minta cek ke database. Wuaduh…….Datanya belum diubah-ubah juga. Gue langsung ngamuk, tegangan tinggi (kebetulan seminggu terakhir gue cepat emosi-an).

Gue: Mbak, ini kenapa sih belum diganti2?

CS-A: Soalnya bukan dari kantor ini yang authorize ganti, tp kantor yang di MTA.

Gue: Saya tau……Tapi kenapa lama sekali?????

CS-A: Biasanya kalau ada perubahan alamat, staff kantor MTA akan mengadakan survey dahulu, baru melakukan perubahan data. Mungkin ada banyak yang perlu disurvey.

Gue: Saya ngerti (Sialan……gue udah tau prosedurnya, gak perlu dijelasin lagi dong!!). Berarti ini sudah 2 bulan saya tidak terima tagihan. Kalaupun banyak yang melakukan perubahan alamat, bukan alasan kalian tidak segera melakukan perubahan data.

CS-A: Mengapa ibu tidak lapor sebelumnya?

Gue: E…jangan salah mbak. Saya sudah lapor pada bulan lalu. Katanya akan dicek ke kantor MTA dan akan menghubungi saya. Tapi saya tidak ditelpon2 tuh. Kerjaan saya banyak, jadi saya juga lupa.

CS-A: Pada saat lapor waktu itu, ibu isi formulir tidak?

Gue: Tidak…..hanya dicatat sama CS yang satu lagi.

CS-A: Harusnya isi bu….

Gue: Mana saya tau prosedurnya!!!! Saya kan sudah mengikuti prosedur dengan melampirkan semua kelengkapan pada awalnya.

CS-A: kalau begitu ibu tolong bawa form yang merah yang ibu isi waktu itu. Di-fax aja, supaya tdk perlu ke sini. Jadi kita bisa cek.

Gue: Aduh Mbak!!! Saya ini baru pindah, belum beres2in file. Saya males cari-cari lagi form-nya, gak tau kececeran di mana!!!! (Emangnya kalian gak punya copy-nya????!!!!). Lagian, bukan masalah ke sininya, kantor saya dekat kok dari sini. Tapi kenapa sampai lama sekali sih?????

CS-A: Kalau begitu, ibu isi lagi formulirnya sekaligus dengan fotocopy KTP.

Gue: Berarti perlu buat surat keterangan kerja lagi???? (rese’ bgt seh…..mesti minta tandatangan boss lagi dong gue!!!)

CS-A: Betul bu.

Gue bener-bener sebel saat itu. I’m trying to be a good customer. If the service company do something wrong, I try to understand and don’t get angry so soon. But this has a limit!!!! Gue langsung berdiri, formulirnya gue ambil. Gue ngeloyor pergi sambil ngedumel: Gimana sih, bikin tambah kerjaan orang aja. Ngurusin beginian gak beres2 !!!!

Sebenarnya gue kesal udah dari minggu lalu, karena masalah yang sama. Pelayanan terhadap customer! Masa, ngurus begini aja gak becus banget sih!!!!! Gue juga pernah jadi customer service, and gue selalu coba memberikan yang terbaik buat customer gue.

Begitu sampai di kantor, gue minta tolong sekretaris membuatkan surat keterangan kerja lagi. Pusing kan kalo mesti cari selembar kertas di antara barang2 gue yang masih berantakan. Gue ngomel2 n cerita sama teman sekantor.

Tapi gue penasaran, gue cari di mana gue letakkan form merah itu. Di tas hitam gak ada…..Oh, mungkin di tas coklat gue. Kan gue ganti tas. Eh, bener…..DAPAT!!!! Eat this you IGNORANCE!!!!!!

8 Juni 2005……..Gue sangat sangat bersemangat mendatangi kantor operator itu. Sore hari, 1/2 jam sebelum mereka tutup. Udah sepi, jadi gue gak perlu ngantri.

Gue: Nih mbak…..ketemu formnya!!!! (dengan nada penuh kemenangan)

CS-A: Silakan ibu tunggu sebentar. Saya cek dulu

Si CS-A menghilang ke back office. Gue ke kasir, menanyakan jumlah tagihan bulan ini dan gue langsung bayar. Gue tunggu2 20 menit, kok CS-A gak muncul-muncul. Datang CS-B, gue ingat dia yang menerima komplain pertama gue di bulan Mei.

Gue: Mbak, tolong dilihat dong, kok temannya lama banget ya?

CS-B: Sebentar ya bu.

Lama kemudian, muncul CS-A dengan supervisornya, memegang form permohonan perubahan data gue. Gue tau karena ada surat keterangan kerja di belakangnya. Gue bingung, lho kok datanya masih ada di sini?

Supervisor: Ibu Mirna, ini datanya sudah diganti dan akan berlaku bulan depan.

Gue: OK, makasih. Tapi yang saya pengen tau, kenapa sampai 2 bulan belum diganti2…..

Supervisor: Bukan kita yang melakukan perubahannya bu. Biasanya perlu survey dulu.

Gue: Saya tau itu….(nada suara gue mulai tinggi karena jawaban yang diberikan itu terus. Emangnya gue bodoh!) Tapi Anda kan bisa tanya ke kantor di MTA, apa sebabnya……Masa’ kalian tidak punya standar prosedur bahwa untuk survey alamat perlu waktu sekian hari. Anda lihat dong record saya, saya tidak pernah terlambat bayar, bahkan pada waktu tidak menerima tagihan. (maksud gue, bukan begini cara memperlakukan pelanggan yang baik dan loyal)

Ya sudah…………ini sudah pasti ya alamatnya sudah diubah.

Supervisor: Iya bu. Kalau belum, bisa datang lagi bulan depan.

Gue: (tadinya udah sempat reda, tp karena disuruh datang bulan depan) Lho, jangan sampai saya datang lagi dong……!!!!!

Gue langsung keluar pintu. HERAN, bukannya memberikan jawaban yang menenangkan pelanggan, tapi justru bikin orang ngamuk. Kerjaan kalian itu adalah memudahkan pelanggan, bukan mempersulit pelanggan. Kerjaan gue banyak, eh kalian malah bikin gue tambah pusing. Waktu gue berharga, tapi kalian suruh gue nunggu lama.

Akhirnya bukan kepuasan yang gue dapat karena masalah sudah terpecahkan, tetapi kemarahan karena perlakuan yang gue dapat dari petugas2 itu.

Comments (1)

Michael Buble: Home

Since my mom died, I’m so lost. Where can I find my home?

"Home"

Another summer day
Is come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm

Maybe surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh I miss you, you know

And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that

Another aeroplane
Another sunny place
I’m lucky I know
But I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home

Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home

And I feel just like I’m living someone else’s life
It’s like I just stepped outside
When everything was going right
And I know just why you could not
Come along with me
But this was not your dream
But you always believe in me

Another winter day has come
And gone away
And even Paris and Rome
And I wanna go home
Let me go home

And I’m surrounded by
A million people I
Still feel alone
Oh, let go home
Oh, I miss you, you know

Let me go home
I’ve had my run
Baby, I’m done
I gotta go home
Let me go home
It will all right
I’ll be home tonight
I’m coming back home

Comments

Sting: Every Breath You Take

Looooooovveeeeee this song !!!!

"Every Breath You Take"

Every breath you take
Every move you make
Every bond you break
Every step you take
I’ll be watching you

Every single day
Every word you say
Every game you play
Every night you stay
I’ll be watching you

O can’t you see
You belong to me
How my poor heart aches with every step you take

Every move you make
Every vow you break
Every smile you fake
Every claim you stake
I’ll be watching you

Since you’ve gone I been lost without a trace
I dream at night I can only see your face
I look around but it’s you I can’t replace
I feel so cold and I long for your embrace
I keep crying baby please

Every move you make
Every vow you break
Every smile you fake
Every claim you stake
I’ll be watching you

(Sting)

Comments